Detik-Detik Akhir Zaman, Waktu Berjalan Semakin Cepat – KabarMakkah.Com

Diposting pada

Detik-Detik Akhir Zaman, Waktu Berjalan Semakin Cepat – KabarMakkah.Com

Di masa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabatnya hidup, satu-satunya kendaraan yang dianggap paling cepat adalah kuda. Dengan kecepatan antara 50-70 KM/jam, jarak Mekah-Madinah bisa ditempuh dengan waktu satu hari (10-12 jam). Kendaraan lainnya hanyalah unta, bighal dan keledai, yang kemampuannya masih di bawah kecepatan kuda. Yang jelas, teknologi tranportasi saat itu masih sangat terbelakang.

Namun, 12 hingga 14 abad kemudian semuanya telah berubah. Dunia yang awalnya begitu luas (dengan garis keliling sekitar 40.000 KM) kini hanya bagai perkampungan kecil. Perjalanan yang memakan waktu berbulan-bulan kini ditempuh dalam waktu yang singkat. Hadirnya aneka kendaraan bermesin dan munculnya aneka pesawat terbang, telah merubah semua hal yang mustahil terjadi di masa lampau.

Akankah gambaran di atas sebagaimana yang diberitakan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam tentang semakin singkatnya waktu di akhir zaman?:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ فَتَكُونَ السَّنَةُ كَالشَّهْرِ وَيَكُونَ الشَّهْرُ كَالْجُمُعَةِ وَتَكُونَ الْجُمُعَةُ كَالْيَوْمِ وَيَكُونَ الْيَوْمُ كَالسَّاعَةِ وَتَكُونَ السَّاعَةُ كَاحْتِرَاقِ السَّعْفَةِ

“Kiamat tidak terjadi sehingga waktu menjadi singkat, satu tahun terasa seperti satu bulan, satu bulan terasa seperti satu pekan, satu pekan seperti satu hari, satu hari seperti satu jam, dan satu jam secepat terbakarnya daun kurma kering. [HR. Ahmad dan Tirmidzi]

Atau sebagaimana dalam riwayat Abu Hurairah: “Kiamat tidak akan terjadi sehingga. . . dan waktu semakin singkat. [Shahih Bukhari]

Sebelum kita memastikan semuanya, ada baiknya kita simak beberapa aqwal para ulama terkait dengan makna semakin cepanya perjalanan waktu di akhir zaman:

Ada yang mengatakan maksud dari waktu berjalan begitu cepat adalah dihilangkannya keberkahan pada segala sesuatu, termasuk waktu. Bisa jadi dulunya waktu seharian dimanfaatkan seluruhnya untuk kebaikan, tetapi sekarang hanya beberapa saat saja. Ini pendapat yang dipilih oleh Ibnu Abi Jamrah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *