Detik-Detik Akhir Zaman, Waktu Berjalan Semakin Cepat – KabarMakkah.Com

Diposting pada

Pertama, menafsiri redaksi tersebut apa adanya, yaitu dengan menggunakan makna hakiki yang tergambarkan dengan bertambahnya kecepatan rotasi bumi.

Kedua, maksud dari waktu berjalan begitu cepat itu adalah makna majas sebagaimana yang telah disebutkan dalam dua pendapat para ulama yang terakhir. Sebab yang perlu dijadikan pijakan dasar dalam memberi makna lafal Arab hendaknya kita selalu mengedepankan penggunaan makna hakiki daripada makna majasnya selama tidak ada qarinah (instrumen) yang membuat makna sebuah lafal terbelokkan dari makna hakikinya. Sementara, dalam konteks hadits-hadits di atas tidak ada satu pun qarinah yang mengalihkan makna waktu berjalan begitu cepat dari maknanya yang hakiki. Bahkan sebaliknya, justru terdapat qarinah yang turut memperkuat bahwa yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah makna hakiki.

Ibnu Hajar meriwayatkan dari Ibnu Abi Jamrah yang memberikan pengertian umum terhadap maksud dari hadits di atas, “Mungkin maksud dari waktu berjalan begitu cepat itu adalah masa yang amat sebentar. Dengan demikian, pengertian ini mengantarkan kita kepada sesuatu yang konkret. Namun kemungkinan bahwa yang dimaksud oleh lafal tersebut adalah bersifat abstrak juga tidak begitu saja dapat dinafikan. Memang yang konkret hingga sekarang ini belum kita rasakan.

Besar kemungkinan hal ini baru dapat ditemui jika hari Kiamat benar-benar sudah dekat. Adapun jika yang dimaksudkan itu adalah makna abstrak maka sudah sejak lama hal ini dapat disinyalir. Hal ini sebagaimana yang selama ini banyak dikeluhkan oleh para ulama zaman sekarang. Mereka membuktikan, mereka tidak mampu lagi untuk melakukan atau membuat sebuah karya yang dulunya mereka mampu untuk mempersembahkannya.

[Ibnu Abi Jamrah lebih cenderung terhadap pendapat yang pertama, yaitu dihilangkannya berkah waktu yang diberikan kepada manusia. Fenomena ini sudah menjadi kenyataan di zaman kita sekarang ini, bahkan sudah kelihatan jelas sejak zaman Ibnu Abi Jamrah hidup.]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *